basecamp

Peluncuran Program "MyBabyMangrove" Sebagai Tindak Lanjut Kampanye Earth Hour

Seluruh peserta peluncuran program MyBabyTree di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, berfoto bersama 
© WWF-Indonesia/Irza RINALDY

Sejalan dengan waktu, banyak aksi yang dilakukan sebagai tindak lanjut Kampanye Earth Hour tahun ini, “Ini Aksiku Mana Aksimu”. Salah satunya, peluncuran program tahap awal "MyBabyMangrove" melalui penanaman mangrove langsung di lapangan.  

Aksi nyata ini berlangsung hari ini di hutan mangrove Muara Gembong, tempat di mana rangkaian ekosistem mangrove di pesisir utara Teluk Jakarta. Yakni, dari Tanjung Pasir di Tangerang, Banten, hingga ke Ujung Karawang.

Hutan mangrove mempunyai peranan yang sangat penting bagi manusia. Selain dapat mencegah abrasi atau pengikisan pantai oleh gelombang air laut yang merusak, ekosistem mangrove juga merupakan produsen utama untuk sektor perikanan. 

Muara Gembong adalah kawasan ekosistem mangrove yang terdegradasi. Menurut Perum Perhutani sebagai pengelola kawasan mangrove, luas hutan mangrove alami di Muara Gembong sekitar 10.480 ha. Kondisi luas tutupan hutannya sudah sangat jauh berkurang, sebesar ± 93,5% telah diokupasi/dirambah menjadi daerah tambak dan lahan pertanian oleh masyarakat. Permasalahan utama di kawasan ini adalah tingginya tingkat abrasi pantai, hal ini disebabkan oleh semakin berkurangnya tutupan hutan mangrove di sepanjang garis pantai Muara Gembong. 

“Kerusakan mangrove di daerah ini menyebabkan terjadinya abrasi dan sudah menghilangkan tiga dusun, yaitu Desa Pantai Bahagia, Desa Pantai Mekar dan Desa Pantai Sederhana. Apabila kondisi ini tidak segera diperbaiki, maka dikhawatirkan kerusakan lingkungan akan semakin parah," ungkap Anwar Purwoto, Direktur WWF-Indonesia untuk Program Kehutanan, Air Tawar, dan Terestrial Spesies. “Selain akan mengembalikan fungsi kawasan ini sebagai hutan lindung, aksi penanaman ini diharapkan juga dapat sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan," lanjut Anwar. 

Selain bersama dengan suporter, Perhutani dan media, peluncuran “MyBabyMangrove” di Muara Gembong ini juga didukung oleh mitra korporasi WWF-Indonesia, yaitu Tupperware. Melalui program ini, Tupperware mendonasikan 5,000 mangrove untuk ditanamkan di Muara Gembong. 

Sementara itu, di hari yang sama, aksi serupa juga dilaksanakan oleh berbagai komponen di Desa Lam Ujung, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Didukung oleh pemerintah, aktivitis lingkungan, dan masyarakat binaan beranggotakan kaum perempuan yang tergabung dalam Yayasan An-Nisaa’ Center. 

Untuk aksi nyata di lokasi ini, Tupperware juga mendonasikan 5,000 mangrove. Selain menjadi bagian dari gerakan perempuan menanam yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia, kegiatan ini diharapkan menjadi sebuah wadah rehabilitasi ekosistem mangrove yang rusak akibat bencana tsunami yang terjadi di tahun 2004 silam. 

Program ini dapat diikuti oleh siapa saja, masyarakat Indonesia, melalui donasi offline dengan membeli satu bibit pohon, yang dinamai “MyBabyMangrove”, senilai Rp 150,000,- Biaya ini sudah termasuk biaya perawatan intensif  selama 5 tahun. 

Setiap “MyBabyMangrove” yang ditanam akan langsung diberi nama orang atau pihak yang mengadopsi bibit pohon tersebut, kemudian difoto dan dilengkapi perangkat GPS, dan di-upload melalui aplikasi online. Pertumbuhan “MyBabyMangrove” yang telah ditanam dapat dimonitor secara online, karena setiap pohon akan memiliki koordinat GeoTag, yaitu koordinat yang menunjukkan letak “MyBabyMangrove” yang menunjukkan lokasi blok tanam di GoogleEarth.

Anda dapat menjadi bagian dari penyelamatan hutan Indonesia dengan mengadopsi “MyBabyMangrove”. Silakan kunjungi www.mybabytree.org

Jakarta, 10 Maret 2013.  
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
Diah R. Sulistiowati, Communication Coordinator of Forest Freshwater and Terrestrial Species, WWF-Indonesia
Email: dsulistiowati@wwf.or.id, HP: +628111004397
Tentang WWF-Indonesia

Salah satu organisasi konservasi independen yang didukung oleh 5 juta suporter di seluruh dunia dan jaringan kerja di lebih dari 100 negara. Misi WWF adalah menghentikan degradasi lingkungan alam di bumi dan membangun masa depan di mana manusia dapat hidup berdampingan dengan harmonis bersama alam dengan melestarikan keanekaragaman hayati dunia dan memastikan penggunaan sumberdaya alam terbarukan secara berkelanjutan dan mempromosikan pengurangan polusi dan konsumsi berlebihan. Pada tahun 2012, WWF merayakan 50 tahun kerja konservasi di Indonesia. Kunjungi www.wwf.or.id.
Tentang Program “MyBabyMangrove”
Sebuah inisiatif WWF-Indonesia, untuk monitoring pertumbuhan mangrove dalam rangka pemulihan ekosistem di taman nasional atau hutan lindung. Proyek penanaman mangrove ini memberikan wacana baru bagi masyarakat guna membantu proses reforestasi untuk melindungi taman nasional atau hutan lindung dan mengawasi pertumbuhan mangrove melalui Geotags (pelabelan pohon dengan garis lintang dan garis bujur/koordinat lokasi yang tepat). Kunjungi www.mybabytree.org.
Share on Google Plus

About Unknown

Petualang muda yang suka apa saja kecuali belajar berhitung, jatuh cinta dunia Petualangan dan Alam Indonesia. Juga seorang pengagum pohon Bambu dan bunga Dandelion.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: