Petisi Kaka Slank, Tolak Tambang di Pulau Bangka Kumpulkan Lebih Dari 4000 Tandatangan

Kaka saat menghibur warga desa Tambun Pulau Talise,
dalam sosialisasi menolak tambang Pulau Bangka.
Foto: Yuris Triawan
MANADO, Akhadi Wira Satriaji atau lebih dikenal dengan nama Kaka Slank mengajukan petisinya kepada Gubernur Sulawesi Utara dan Bupati Minahasa Utara. Dalam petisinya tersebut Kaka menolak masuknya perusahaan tambang di Pulau Bangka Minahasa Utara, yang akan mengeruk pasir besi di pulau yang hanya memiliki luas 4.800 hektare ini.

Kaka mengajukan petisinya yang berjudul "Tolak tambang di pulau kecil. Selamatkan Pulau Bangka – Sulut!" di situs www.change.org/SaveBangkaIsland, sebuah situs yang menjadi wadah petisi dari seluruh dunia dengan misi-misi sosial. Dari pantauan okemanado.com petisi yang diluncurkan sejak kemarin, Jumat (27/9), sudah meraih lebih dari 4000 tandatangan.

Menurut vokalis grup band Slank ini dalam petisinya menyatakan "Sekarang sudah keempat kalinya aku ke Bangka! Alamnya bagus, cantik, bawah laut-nya salah satu yang terbaik! soft coralnya bikin warna lautnya biru muda. Dan kecil banget! Sesuai peraturannya (UU No. 27/2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil), pulau yang dibawah 5000 hektar ga boleh ditambangi. Dan pulau ini luasnya 4700 hektar! Jadi kalo bener jadi pertambangan PT MMP (Mikgro Metal Perdana) itu, udah jelas ilegal!"

"Gubernur Sulawesi Utara, Harry Sarundajang, selalu bilang kalo dia akan jadi gubernur hijau! Bupati Sompie Singal juga harus bertanggung jawab! Petisi ini aku buat untuk dorong mereka menyelamatkan pulau Bangka dan stop tambang itu. We have to save it!" kata Kaka dalam petisinya.

Anak-anak Sekolah Dasar di Pulau Kinabuhutan, mengangkat 'thumb' bertuliskan "Aku Cinta Bangka". foto ini didedikasikan untuk kampanye menolak tambang pasir besi di pulau Bangka, Sulawesi Utara.
"Hampir seratus persen penduduk melawan rencana penambangan. Mereka fight (semampunya) untuk jangan sampe ada penambangan di Pulau Bangka. Mereka tau betul lautnya bisa rusak berat, akhirnya penghidupan sebagai nelayan ya hancur. Dan penduduk juga tau tentang bentuk pulau itu, kalo sampe di tambang, bisa patah dan tenggelam." lanjut Kaka.

"Rugi besar kalau penambangan datang ke pulau itu. Ayo maju. Jangan takut. Jangan mundur. Ajak teman dukung petisi ini, tolak tambang PT MMP di Pulau Bangka!" pungkasnya.
Kampanye tersebut merupakan kampanye bersama Kaka, WALHI Friends of the Earth Indonesia, Greenpeace, LMND Sulut dan KMPA Tunas Hijau, empat nama terakhir adalah organisasi yang selama ini menolak masuknya PT Mikgro Metal Perdana (MMP) sebuah anak perusahaan tambang multinasional asal China.

Bagaimana dengan sahabat petualang ?!


Update terbaru: saat ini (4/10/2013) sudah mencapai 12.488 pendukung.
Turut dukung petisinya disini: Change.org
Share on Google Plus

About Gidion Yuris Triawan

Petualang muda yang suka apa saja kecuali belajar berhitung, jatuh cinta dunia Petualangan dan Alam Indonesia. Juga seorang pengagum pohon Bambu dan bunga Dandelion.
Post a Comment