Bule Rusia yang Hilang di Merapi Akhirnya Ditemukan

Tim SAR berkoordinasi mencari wisatawan asal Rusia
SLEMAN - Bule asal Rusia, Ebrehnin Yeveny (26), yang tersesat ketika melakukan pendakian di Gunung Merapi akhirnya ditemukan. Kondisinya selamat meski mengalami cidera luka lecet di kaki dan tangannya.

"Kondisinya selamat hanya luka lecet pada kaki dan tangan," kata Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Semarang, Waluyo Raharjo, dilansir Okezone, Kamis (15/8/2013).

Korban ditemukan dengan kondisi lemah dan tidak mampu berjalan sehingga membutuhkan pertolongan. "Dia lemas, tidak mampu berjalan jauh sehingga harus dibantu dengan tandu," ujarnya.

Proses evakuasi dilakukan sekira pukul 14.30 WIB sesaat setelah ditemukan. Lokasi yang cukup ekstrim membuat proses evakuasi dilakukan tim gabungan secara estafet untuk mempercepat korban mendapatkan pertolongan medis.

Dibutuhkan waktu sekira dua jam dari lokasi penemuan hingga posko induk. Mobil ambulans juga disiagakan di posko untuk membawa korban ke rumah sakit.

Tim SAR di lereng gunung Merapi saat mencari
wisatawan asal Rusia yang hilang.
Sebagaimana diketahui, bule tersebut diinformasikan hilang sejak Minggu, 11 Agustus. Bule tersebut melakukan pendakian seorang diri sejak Sabtu, 10 Agustus lalu.

Ebrehnin mendaki seorang diri pada Sabtu, 10 Agustus petang. Namun pada, Minggu malam dia meminta teman wanitanya orang Indonesia yang tinggal di Depok, Sleman, untuk datang ke Merapi karena merasa tersesat. 

Tim SAR juga sempat berkomunikasi melalui pesan singkat hingga Senin dini hari. Saat itu, Ebrehnin mengaku berada di dekat batu dan tubuhnya tidak bisa digerakkan. Tapi tak lama berselang dia mengaku akan melanjutkan perjalanan menuju arah banyak lampu yang dilihatnya, karena menganggap sebagai kota.

SAR gabungan terdiri dari personel Kopassus Kandang Menjangan, Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, petugas Polda DIY, Polsek Cangkringan, BPBD DIY, BPBD Sleman, SAR DIY, SAR Kabupaten Sleman, RAPI Sleman, dan masyarakat sekitar juga turut melakukan pencarian.

Waluyo mengakui, proses pencarian terkendala medan terjal dan berhimpitan dengan jurang yang curam. Selain itu, jalur pendakian juga sudah berubah dari sebelumnya. Berubahnya jalur pendakian ini akibat erupsi pada 2010 yang menewaskan juru kunci Gunung Merapi, Mbah Marijan.


Foto: Prabowo
Share on Google Plus

About Gidion Yuris Triawan

Petualang muda yang suka apa saja kecuali belajar berhitung, jatuh cinta dunia Petualangan dan Alam Indonesia. Juga seorang pengagum pohon Bambu dan bunga Dandelion.
Post a Comment