Nepal Wajibkan Pendaki Everest Bawa Turun Sampah

Nepal Wajibkan Pendaki Everest Bawa Turun Sampah
Sampah di Everest.** Foto: NAMGYAL SHERPA / AFP
KATHMANDU, -- Pemerintah Nepal, Senin (3/3/2014) mengatakan semua pendaki dan seluruh tim pendukung yang mendaki Gunung Everest diharuskan mengangkut sampah delapan kilogram ketika turun gunung.

Seorang pejabat pemerintah, Madhusudan Burlakoti, mengatakan kepada BBC bahwa peraturan baru akan berlaku bagi semua orang yang mendaki di atas Kamp Pangkalan Gunung Everest di ketinggian 5.300 meter. Peraturan baru akan diterapkan mulai April mendatang.

Keputusan untuk menerapkan peraturan ini diambil setelah muncul keprihatinan meluas terkait polusi di dan sekitar gunung tertinggi di dunia ini.

Wartawan BBC di ibu kota Nepal, Katmandu, Surendra Phuya, mengatakan gunung terkenal tersebut biasanya banyak dikunjungi para pendaki, khususnya selama musim pendakian Musim Semi mulai bulan depan.

Para pendaki diharuskan membawa sampah turun ke pos pengumpulan yang akan didirikan di pangkalan.

Dawa Sherpa, seorang manajer ekspedisi perusahaan Asian Trekking, menyambut keputusan pemerintah karena akan membantu menjaga kebersihan gunung, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Sebelumnya kantor pariwisata Nepal mengumumkan penempatan tim pemerintah di pangkalan pendakian guna mengawasi dan membantu para pendaki, mengatur pendakian, menyiapkan upaya penyelamatan, serta melindungi lingkungan.

Nepal mengeruk pendapatan besar dari pendakian gunung yang pertama kali ditaklukkan oleh Edmund Hillary dan Tenzing Norgay pada 1953.


(**) Dalam foto yang diambil pada 23 Mei 2010 ini, seorang sherpa asal Nepal sedang membersihkan sampah yang ditinggalkan para pendaki Gunung Everest di ketinggian 8.000 meter di atas permukaan laut. Mulai April mendatang, pemerintah Nepal mengharuskan tiap pendaki membawa turun setidaknya delapan kilogram sampah dari puncak gunung itu.

Sumber: BBC Indonesia | Kompas
Share on Google Plus

About Gidion Yuris Triawan

Petualang muda yang suka apa saja kecuali belajar berhitung, jatuh cinta dunia Petualangan dan Alam Indonesia. Juga seorang pengagum pohon Bambu dan bunga Dandelion.
Post a Comment