Kapal Bermuatan Alat Tambang Dihadang Warga Pulau Bangka

Pulau Bangka Minahasa Utara

Red Alert: Kapal Bermuatan Alat Tambang Dihadang Warga Pulau Bangka ...!!!

Konflik antara warga lokal Pulau Bangka dan aparat tak bisa terhindarkan jika kapal milik PT MMP tetap memaksa masuk ke Pulau Bangka. Warga Pulau Bangka berupaya mempertahanan kampung halamannya dari ancaman pertambangan yang merusak.

Jakarta, 18 Februari 2014 — Upaya penyelamatan Pulau Bangka, Sulawesi Utara, makin menemui aral terjal. Meski Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan surat keputusan untuk menolak praktik pertambangan di Pulau Bangka, namun keputusan itu tak digubris pemerintah daerah dan PT Mikgro Metal Perdana (PT MMP).

Maria Magdalena Taramen, aktivis lingkungan yang aktif di KMPA Tunas Hijau, menyampaikan bahwa kini kapal berwarna hijau yang memuat alat berat excavator warna jingga dan beberapa truk besar warna hijau baru saja melewati Batu Pendeta dan menuju ke Pulau Bangka. Dari jauh, kapal itu didampingi oleh kapal yang menyerupai kapal angkatan laut. 

Ancaman Tambang Di pulau Eksotis
Ancaman Tambang di Pulau Eksotis.
“Sebentar lagi suasana di Bangka tidak akan cantik lagi, karena massa nelayan dari Kinabuhutan, Talisei, dan Likupang datang untuk perkuat masyarakat Bangka. Sementara Polisi dan Brimob dalam jumlah banyak sudah berkumpul di Likupang,” kata Maria. 

Kapal tersebut sekarang ada di depan Kahuku dan sudah dikonfirmasi bahwa kapal tersebut membawa peralatan PT MMP. Kapal-kapal nelayan berusaha mencegahnya. Puluhan perahu dan ketinting nelayan menjepit kapal PT MMP hingga tak bisa merapat ke Pulau Bangka. Hingga rilis ini diturunkan, suasana Pulau Bangka masih panas dengan potensi konflik yang tinggi antara warga dan aparat. 

Kedatangan kapal PT MMP sudah dikabarkan sejak kemarin. Namun sebelumnya juga banyak tersiar kabar serupa yang tak terbukti kebenarannya. Berita palsu ini dirasa Maria sebagai upaya untuk membingungkan dan melemahkan upaya perlawanan warga. Setelah bermalam-malam berjaga tanpa bisa melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, semangat para warga yang kebanyakan nelayan ini mulai surut.

“Ini kampung halaman kami dari generasi ke generasi. Lautan menjadi sumber penghidupan kami dan kami akan pertahankan pulau dan perairannya dari ancaman pertambangan, agar para cucu kami punya masa depan di sini. Kami pantang mundur dan lebih baik mati sekarang dalam perjuangan daripada mati pelan-pelan melihat perusahaan tambang merusak rumah kami di pulau,” kata William Hadinaung, salah satu pemuka adat di Desa Kahuku, dengan suara bergetar menahan amuk dan air mata.

Tak hanya warga lokal Pulau Bangka yang siap melawan hingga titik darah penghabisan, tapi juga warga dari pulau di sekitarnya seperti Kinabuhutan, Talisei, dan Likupang. Mereka berhadap-hadapan dengan polisi dan Brimob, dan preman-preman yang dipekerjakan oleh perusahaan. Ratusan dari mereka menyebut diri sebagai Pasukan Manguni (burung hantu kecil, simbol daerah Minahasa) dan telah sampai di pulau sejak kemarin setelah rapat strategis antara PT MMP yang berasal dari RRC dan pemuka adat yang diundang oleh Bupati Minahasa Utara. Sejak kemarin, Sandra Moniaga, komisioner Komnas HAM, mencoba mencegah konfrontasi seperti ini dengan berbicara langsung dengan asisten bupati Minahasa Utara, Kapolda, dan angkatan laut. Namun usaha Sandra tampaknya tak didengar, seperti halnya surat resmi dari Komnas HAM di Jakarta.

“Ada indikasi bahwa perseteruan antara preman dan warga pulau dipicu dan dimaksudkan oleh Bupati. Sekarang ketakutan kami makin parah. Pertumpahan darah di depan mata. Tapi hanya warga lokal yang nantinya jadi korban. Politisi-politisi di pemerintahan Sulawesi Utara harus bertanggung jawab,” seru Maria.

Selain warga lokal Pulau Bangka, lebih dari 18.000 masyarakat Indonesia dari berbagai daerah turut mendukung upaya penyelamatan pulau Bangka melalui petisi www.change.org/SaveBangkaIsland. Petisi itu sendiri dibuat oleh Kaka SLANK yang sering menghabiskan waktu menyelami keindahan bawah laut Pulau Bangka. Kaka mengaku sangat geram ketika tahu salah satu pulau favoritnya terancam tambang.

change.org Indonesia

Berikut foto2 Kapal Bermuatan Alat Tambang yang Dihadang Warga Pulau Bangka : 

Ancaman Tambang di Pulau Bangka Yang eksotis
Kapal Bermuatan Alat Tambang Dihadang Warga Pulau Bangka.
Ancaman Tambang di Pulau Bangka Yang eksotis
Kapal Bermuatan Alat Tambang Dihadang Warga Pulau Bangka
Ancaman Tambang di Pulau Bangka Yang eksotis
Kapal Bermuatan Alat Tambang Dihadang Warga Pulau Bangka
Ancaman Tambang di Pulau Bangka Yang eksotis
Kapal Bermuatan Alat Tambang Dihadang Warga Pulau Bangka
Ancaman Tambang di Pulau Bangka Yang eksotis
Kapal Bermuatan Alat Tambang Dihadang Warga Pulau Bangka
Ancaman Tambang di Pulau Bangka Yang eksotis
Kapal Bermuatan Alat Tambang Dihadang Warga Pulau Bangka

Share on Google Plus

About Gidion Yuris Triawan

Petualang muda yang suka apa saja kecuali belajar berhitung, jatuh cinta dunia Petualangan dan Alam Indonesia. Juga seorang pengagum pohon Bambu dan bunga Dandelion.
Post a Comment