Cegah jatuh korban jiwa, warga kaki Gunung Sinabung diungsikan

Asap dari letusan Gunung Sinabung.
Letusan Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara mengejutkan sejumlah warga yang tengah beristirahat. Selain ledakan terdengar cukup kuat, warga yang berada di bawah kaki gunung terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

Kabid Humas Kominfo Kabupaten Karo, Jhonson Tarigan mengatakan, proses pengungsian itu dilakukan karena abu vulkanik yang dikeluarkannya berbahaya bagi kesehatan manusia.

"Kita tidak ingin akibat letusan gunung berapi itu, menimbulkan jatuhnya korban jiwa atau warga mengalami luka-luka. Upaya pertama adalah menyelamatkan penduduk dari lokasi gunung tersebut," kata Jhonson seperti dilansir Antara, Minggu (15/9).

Letusan Gunung Sinabung, Sumatera Utara.
Dengan alasan itu, pemerintah setempat memutuskan untuk memindahkan warga dari tiga desa, yakni Desa Bekerah, Desa Simacem dan Desa Sigorong-gorong. Para pengungsi diupayakan tinggal di ruangan Pendopo milik Pemkab Karo.

Sementara, sebagian akan ditempatkan si sejumlah jambur (tempat pesta bagi warga Karo) berada di sekitar daerah itu. "Pemkab Karo berusaha merelokasi penduduk agar terhindar dari hal-hal yang tidak diingini, akibat letusan gunung Sinabung tersebut," kata Jhonson.

Sinabung adalah gunung tertinggi di Sumatera Utara, dengan ketinggian sekitar 2.600 meter dan Gunung Sibayak puncak tertinggi kedua dengan ketinggian 2.040 meter. Kedua gunung tersebut merupakan gunung berapi aktif yang masih tersisa di Sumatera Utara.

Gunung Sinabung sendiri pertama kali meletus pada 3 September 2010. Saat itu, terjadi dua kali letusan, pertama terjadi sekitar pukul 04.45 WIB sedangkan letusan kedua terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.


Sumber : Antara/Merdeka
Share on Google Plus

About Gidion Yuris Triawan

Petualang muda yang suka apa saja kecuali belajar berhitung, jatuh cinta dunia Petualangan dan Alam Indonesia. Juga seorang pengagum pohon Bambu dan bunga Dandelion.
Post a Comment