Dua Wanita Sulut Siap Taklukkan Tujuh Puncak Dunia

Ingka Mayumi Wangko (25) dan Jelita Tivany Karamoy (19, dua Mahasiwa Pencinta Alam Aesthetica Universitas Manado, yang akan menaklukan tujuh puncak gunung tertinggi di dunia. (Kompas.com/Ronny Adolof Buol)
Tekad mereka itu merupakan misi utama dari kegiatan MPA Aesthetica dengan tajuk The 1st Indonesia Woman Seven Summit of the World Expedition

Dua mahasiswa wanita asal Universitas Manado (Unima), Sulawesi Utara, bertekad untuk menaklukan tujuh puncak gunung tertinggi di dunia.

Kedua wanita tersebut Ingka Mayumi Wangko (25) dan Jelita Tivany Karamoy (19) adalah anggota Mahasiswa Pencinta Alam (MPA) Aesthetica Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unima. 

Tekad mereka tersebut merupakan misi utama dari kegiatan MPA Aesthetica dengan tajuk The 1st Indonesia Woman Seven Summit of the World Expedition. "Ya, karena jika seluruh rencana ini tercapai, maka ini akan menjadi sejarah, di mana untuk pertama kalinya ada wanita dari Indonesia yang menaklukan tujuh atap dunia tersebut," ujar Humas kegiatan, Uudi Maili, Selasa (13/8/2013). 

Sementara itu, anggota Tim Teknis Ekspedisi, Bob Sumoked, menjelaskan, satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia tersebut telah ditaklukan pada tahun lalu. "Ingka telah berhasil mencapai puncak Carstensz Pyramid di Papua pada Oktober 2012 lalu. Cartensz merupakan salah satu atap dunia dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut," jelas Sumoked. 

Setelah menaklukan Cartensz Pyramid kedua wanita tersebut siap untuk mendaki Mount Elbrus di Rusia yang memiliki ketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut. "Tim akan berangkat ke Jakarta pada 20 Agustus nanti, dan tiba di Moskow pada tanggal 24 Agustus untuk selanjutnya mengadakan persiapan untuk menaklukan puncak kedua yang diincar," tambah Sumoked. 

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, kedua wanita ini telah melakukan persiapan yang sangat matang sejak November 2012. "Secara teknis mereka berdua sudah sangat siap melakukan ekspedisi. Potensi kendala hanyalah masalah cuaca dan pendanaan," ujar Frangky Kowaas, salah satu pendaki gunung profesional asal Sulut. 

Kendala pendanaan tersebut juga diakui oleh Ingka dan Jelita. Menurut mereka, diperlukan dana yang sangat besar untuk memenuhi target pendakian di tujuh atap dunia tersebut. "Sementara ini kami mencari dana sendiri. beruntung ada beberapa pihak yang sudah siap membantu, walaupun mendekati hari H keberangkatan dana yang kami butuhkan belum mencukupi," ujar Ingka. 

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Sulawesi Utara sangat mendukung apa yang dilakukan oleh MPA Aesthetica karena misi ini akan mengharumkan nama Sulut dan sekaligus akan membawa nama bangsa Indonesia berkibar di dunia international. 

Disparbud Sulut membantu ekspedisi dengan mengontak pihak KBRI di Moskwa yang telah bersedia memfasilitasi tim ketika berada di Rusia. Selain Carstensz dan Elbrus, lima puncak gunung lainnya yang menjadi target adalah Kilimanjaro (Afrika, 5.895 mdpl), Aconcagua (Amerika Selatan, 6.963 mdpl), McKinley (Amerika Utara, 6.194 mdpl), Vinson Massive (Antartica, 4.892 mdpl), dan Mount Everest (Asia, 8.848 mdpl).


(Ronny Adolof Buol/Kompas.com)
Share on Google Plus

About Gidion Yuris Triawan

Petualang muda yang suka apa saja kecuali belajar berhitung, jatuh cinta dunia Petualangan dan Alam Indonesia. Juga seorang pengagum pohon Bambu dan bunga Dandelion.
Post a Comment