Sudah 2525 Hari Presiden SBY Mengabaikan Hak Korban Lumpur Lapindo

Tragedi luapan lumpur Lapindo, Sidoarjo.
Jakarta – Koalisi Masyarakat Sipil Menuntut Keadilan Korban Lumpur Lapindo menuntut agar SBY menghentikan omong kosong dan politisasi lumpur Apindo untuk kepentingan pemilu 2014. Menurut koalisi tersebut, lumpur lapindo hanya dijadikan komoditas politik menjelang pemilu 2014, di mana Abu Rizal Bakrie (ARB) secara resmi mendeklarasikan dirinya sebagai bakal calon presiden pada pemilu mendatang.

Koalisi yang terdiri dari JATAM, KontraS, Kiara, Walhi, IGJ, Satu Dunia, Napas Papua, PBHI Jakarta dan Komunitas Talang ini menyebutkan bahwa hingga tanggal 29 Mei 2013, negara sudah abai untuk memenuhi hak-hak korban lumpur lapindo selama 2525 hari. Akibat pemboran sumur Banjar Panji 1 oleh PT Lapindo Brantas milik ARB pada 29 Mei 2006, tercatat 11 desa di 3 kecamatan di Sidoarjo tenggelam, 2.381 KK atau 9.160 jiwa menjadi korban.

Koalisi menganggap pemerintah secara sengaja menyelesaikan kasus ini hanya dengan urusan ganti rugi tanah saja. Menurut mereka, SBY lebih memikirkan partainya ketimbang nasib rakyat korban lumpur lapindo.

Berdasarkan rilis Koalisi Masyarakat Sipil Menuntut Keadilan Korban Lumpur Lapindo yang diterima PerspektifNews, Senin (29/4), pemerintah hanya memperbaiki satu sekolah dari 33 sekolah yang tenggelam. Hal ini memaksa anak-anak untuk mencari sekolah yang jauh dari lingkungannya.

Selain itu, koalisi juga mengungkapkan bahwa terjadinya peningkatan angka penderita ISPA dan pencernaan akibat lumpur lapindo. Pada temuan awal di tahun 2010, penderita ISPA mencapai 46 ribuan orang dan 1000-an orang mengalami mual-mual dan mencret di beberapa puskesmas yang masih aktif.

Dalam rilisnya, Koalisi menuntut SBY untuk segera mengambil langkah-langkah konkret penegakan hukum atas kejahatan PT Lapindo Brantas pada lingkungan dan HAM. Selain itu mereka juga menuntut SBY memastikan pemenuhan hak-hak dasar warga korban lumpur lapindo, yang bukan semata persoalan ganti rugi tanah. Mereka juga menuntut agar SBY menghentikan praktek jual murah SDA dengan mengobral perizinan tambang dan SDA menjelang pemilu 2014.

Sumber :  PerspektifNews
Foto : Google
Share on Google Plus

About Gidion Yuris Triawan

Petualang muda yang suka apa saja kecuali belajar berhitung, jatuh cinta dunia Petualangan dan Alam Indonesia. Juga seorang pengagum pohon Bambu dan bunga Dandelion.
Post a Comment