Kerusakan Terumbu Karang Bunaken Capai 50 %


Manado. Terumbu karang di taman laut bunaken banyak yang rusak. Kerusakannya diperkirakan mencapai 50 persen. Deputi I Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat bidang Lingkungan dan Kerawanan Sosial, Willem Rampangilei mengatakan taman laut Bunaken saat ini dalam kondisi krisis.

"Bunaken sudah memprihatinkan, sudah rusak 50 persen lebih. Bila dirange satu sampai sepuluh, kerusakannya ada di angka enam," ungkapnya.

Willem Rampangilei menambahkan untuk menyelamatkan taman laut Bunaken pihaknya akan mencanangkan program rehabilitasi karang pada 24 november mendatang. 

Kata dia, pencanangan itu merupakan langkah awal membangun komitmen, sedangkan pelaksanaan rehabilitasisnya digelar 2013 di Manado.

"Indonesia merupakan satu dari enam anggota CTI summit di Manado 2009. Apalagi Sekretariat CTI ada di Manado, CTI markas besar lingkungan, jadi sangat riskan bila corral tak terjaga baik, sehingga itu perlu upaya. Salah satunya dengan rehabilitasi semiliar coral. Jadi capaian CTI Summit 2009 harus dipelihara," ungkap Willem yang juga Koodinattor pencanangan Rehabilitasi Semiliar Karang.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, keadaan terumbu karang memasuki tahap bahaya karena ulah manusia dan faktor alam. 

"Faktor alam pemanasan global efek rumah kaca, temperatur air meningkat hingga berpengaruh ke coral. Lalu faktor manusia merusak karang, baik sengaja dan tidak sengaja," ungkap Willem.

Dia juga mengatakan kerusakan terumbu karang akibat ulah manusia salah satunya karena penyelaman. "Di Bunaken belum diatur, diukur kapasitas menyelam. Semua disitu mulai dari belajar menyelam tidak diawasi, memungkinkan karang rusak, perlu sekian tahun menumbuhkan kembali. Ini yang mesti diatur, diluar faktor lain seperti penggunaan bom dan potasium saat menangkap ikan," tegasnya.

Sumber : montini106FM
Share on Google Plus

About Gidion Yuris Triawan

Petualang muda yang suka apa saja kecuali belajar berhitung, jatuh cinta dunia Petualangan dan Alam Indonesia. Juga seorang pengagum pohon Bambu dan bunga Dandelion.
Post a Comment