Jangan Andalkan Mi Instan Saat Naik Gunung


Tiap pendaki gunung dianjurkan untuk membawa banyak makanan selama perjalanan. Tujuannya untuk mengantisipasi kemungkinan waktu pendakian yang molor karena cuaca atau tersesat.

Perjalanan yang mendaki dan medan sulit tentu membutuhkan banyak tenaga. Karenanya, para pendaki harus menyiapkan panganan yang sarat karbohidrat, protein, gula, dan vitamin. "Harus diingat, jangan pernah menjadikan mi instan sebagai makanan pokok selama pendakian," tulis Harley Bayu Sastha dalam buku Mountain Climbing for Everybody.

Menurut Harley, mi instan memang praktis sebagai asupan kala berkemah. Peserta kemping selama 1-2 hari bisa menahan lapar dengan mi instan. Tapi, panganan ini bukan menu yang tepat bila dibawa dalam pendakian yang membutuhkan waktu hingga berhari-hari. "Sebab mi instan dapat menarik cairan tubuh dengan sangat cepat," kata dr. Cico, seperti yang dikutip dalam buku Harley.

Sejak 1990, dr. Cico menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Bidang Forensik, Universitas Kristen Indonesia, Jakarta. Dikenal sebagai dokter gunung, Cico menjelaskan bahwa kekurangan cairan bisa membuat pendaki merasa cepat lelah.

"Akibatnya mereka kehilangan cara berpikir hingga sering salah mengambil keputusan. Karenanya pendaki harus mengirit cairan dalam tubuh," kata Cico. 

Atas pertimbangan itu, para pendaki disarankan untuk tidak mengandalkan mi instan. Makanan kemasan ini hanya boleh disantap sebagai selingan saja. Misalnya dimakan dua hari sekali, atau kala menemukan lokasi istirahat yang banyak sumber airnya. "Untuk pendakian, sebaiknya mengantongi cokelat, biskuit, roti, atau havermouth," ujarnya. 

Sindrom negatifnya: 
- Kembung
- Dehidrasi
- Kurang gizi



Sumber : (tempo/26/2/13)
Share on Google Plus

About Gidion Yuris Triawan

Petualang muda yang suka apa saja kecuali belajar berhitung, jatuh cinta dunia Petualangan dan Alam Indonesia. Juga seorang pengagum pohon Bambu dan bunga Dandelion.
Post a Comment